pengembangan Teknologi 6

Senin, 24 Mei 2010 21.44 Diposkan oleh FERRY BLOG
DATA BASE ( BASIS DATA )

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Database)
Langsung ke: navigasi, cari

Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

Apa yang Dimaksud dengan Database?

Basis data (database) adalah kumpulan informasi/data yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat dikelola, diperiksa, dan dimanfaatkan dengan menggunakan suatu program komputer. Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Namun sebenarnya kumpulan informasi/data mirip basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kwitansi, dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis. (Bdk. Wikipedia Indonesia, 2008).


Mengapa Database Penting?

Seiring perkembangan penalaran dan ilmu pengetahuan, manusia menyadari perkembangan dan kemajuan dunia dipicu oleh pemanfaatan informasi. Segala hal yang dipikirkan, dirancang, dibangun, dan dihasilkan manusia berawal dari ide dan informasi. Oleh karena itulah, sering kita mendengar ungkapan, bahwa sejarah manusia digerakkan oleh ide-ide. Sementara ide-ide manusia semakin berkembang atas dasar informasi/data yang terus-menerus dimanfaatkannya. Dari situlah database atau kumpulan informasi/data yang sistematis menjadi sangat penting.

Peran database menjadi semakin penting terutama setelah masyarakat menyadari terdapat begitu banyak, beragam, dan acaknya informasi/data yang tersebar di berbagai tempat dan bisa dimanfaatkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Tanpa adanya sistem pengolahan yang baik, pengolahan dan pemanfaatan beragam informasi/data tidaklah maksimal. Oleh karena itulah database sangat dibutuhkan.

Perkembangan teknologi komputer (dan nantinya internet) semakin memudahkan dan mempercepat pengolahan database tersebut. Pada saat itulah informasi/data yang tak terkira banyaknya semakin mampu dikelola manusia, akibatnya muncul kebutuhan-kebutuhan baru untuk mengolah dan memanfaatkan informasi/data tersebut, misalnya dalam soal penyimpanan dan penyadangan (backup) informasi/data itu sendiri.

Jika pada masa sebelum komputer ditemukan dan dimanfaatkan, segala database tersimpan secara tertulis (sebagai arsip). Masalahnya, arsip fisik rentan terhadap suhu, reaksi kimia, dan serangan binatang (mis. rayap). Maka, semenjak komputer mampu mengubah fisik arsip menjadi deretan data-data digital, database pun disimpan dan dicadangkan secara digital untuk mengatasi kerentanan fisiknya. Bahkan setelah internet ditemukan, penyimpanan, pengolahan, dan pemanfaatan database tak lagi tergantung batasan ruang, karena database bisa disimpan di ruang maya dan bisa diakses dari segala penjuru dunia.


Mengapa Pendidikan Politik Perlu Database?

Dewasa ini, kemajuan komunikasi dan teknologi informasi membuat tak satu pun aspek hidup manusia bisa lolos dari pentingnya informasi. Media tak hanya membubarkan dimensi ruang dan mengabaikan batasan waktu, melainkan juga menguak segala sesuatu dan menampilkannya menjadi informasi.

Jika kita amati pada beragam media massa (cetak, radio, televisi, internet), beragam informasi yang disajikan di sana menjangkau segala aspek hidup manusia. Segala sisi hidup dan kebutuhan-kebutuhan manusia disajikan, dari perkara janin dalam kandungan hingga masalah yang dihadapi generasi lanjut usia, dari hobby mengoleksi pernak-pernik barang hingga khasanah kepustakaan berbagai disiplin ilmu, dari seni budaya, ekonomi, hingga politik. Beragam informasi itu tersedia dan siap dimanfaatkan, namun hanya jika kita mengelolanya secara sistematik dalam suatu database.

Dalam konteks Pendidikan Politik, OMK bersama para pendampingnya membutuhkan segala informasi terkait situasi kehidupan sosial politik dengan segala persoalannya, analisis dan cara memahami segenap persoalan itu, berbagai alternatif bentuk partisipasi politik OMK, dan segala ragam informasi/data yang mendukung proses pendidikan politik itu sendiri. Maka, jelaslah bahwa pengelolaan proses pendidikan politik membutuhkan sistem pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan informasi/data sosial politik. Pendek kata, pendidikan politik OMK membutuhkan database.

Database pendidikan politik bisa dikelola dengan beragam cara, persis seperti perkembangan database itu sendiri. Di banyak perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi dan lembaga studi, serta kantor-kantor berita dan media massa, tersedia beragam informasi/data sosial politik berbentuk arsip, naskah kuno, buku-buku, jurnal ilmiah, dan kliping-kliping berita. Dari sana kita bisa mendapatkan informasi/data sosial politik dengan mudah karena telah dikelola secara sistematis. Namun, seperti dijelaskan pada bagian awal, database sosial politik pun sudah tersedia secara digital dan bisa diakses secara online di perpustakaan-perpustakaan maya pada lembaga-lembaga yang sama. Yang masih menjadi masalah kecil adalah bahwa data-data itu telah terorganisir menurut kepentingan lembaga penyedianya, dan belum tentu sesuai dengan kebutuhan kita yang spesifik: untuk mendukung proses pendidikan politik OMK.

Maka, demi mendukung kebutuhan yang spesifik itulah perlu dibangun database pendidikan politik OMK, terlebih secara online dengan memanfaatkan teknologi internet berbasis website.

Apa yang Dimaksud dengan Internet dan Website?

Secara harfiah, internet (interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Sedangkan Internet (huruf “I” besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global, dan merupakan rangkaian internet (huruf “i” kecil) yang terbesar di dunia. (Bdk. Wikipedia Indonesia, 2008).

Pada awalnya Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), untuk tujuan militer. Proyek tersebut membuat sistem jaringan komunikasi antar komputer yang tersebar di daerah-daerah vital untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Apalagi saat itu dunia dalam ancaman serangan nuklir antara negara-negara blok Barat (Amerika Serikat dan sekutunya) dan blok Timur (Uni Sovyet dan sekutunya). (Bdk. Wikipedia Indonesia, 2008).

Pada perkembangannya kemudian, pemanfaatan teknologi internet tidak terbatas hanya untuk kepentingan militer, melainkan juga untuk berbagai kepentingan non-militer pula, hingga sekarang. Dalam perkembangan Internet dewasa inilah kita mengenal adanya website.
Website adalah sebutan bagi sekelompok halaman web (web page), yang umumnya merupakan bagian dari suatu nama domain (domain name) atau subdomain di World Wide Web (WWW) di Internet. WWW terdiri dari seluruh situs web yang tersedia kepada publik. (Bdk. Wikipedia Indonesia, 2008).

Sekadar ilustrasi, jika kita atau OMK sering menggunakan fasilitas internet dan mengunjungi Yahoo, Google, Friendster, atau Facebook, maka nama-nama itu menunjukkan suatu domain di WWW/Internet (www.yahoo.com; www.google.com; www.friendster.com; www.facebook.com). Sedangkan website adalah halaman-halaman yang ditampilkan pada domain-domain tersebut.

Mengapa Membangun Database Berbasis Website?

Dari penjelasan di atas, kiranya menjadi lebih mudah dipahami bahwa membangun database berbasis website berarti mengumpulkan, mengolah, dan memanfaatkan database di dalam/melalui website. Karena di dalam/melalui website, maka pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan database bisa dilakukan di belahan dunia mana pun di dunia ini, sejauh memiliki akses/jalan/saluran yang terhubung dengan cukup lancar ke website di mana database tersebut disediakan.

Sekadar ilustrasi, jika Komkep KWI mengumpulkan dan mengolah database pendidikan politik pada sebuah perpustakaan atau kantor di Jakarta saja, maka OMK atau pendamping OMK dari berbagai tempat dari Sabang sampai Merauke yang membutuhkan database itu harus datang ke perpustakaan/kantor tersebut di Jakarta, atau sekurang-kurangnya meminta bantuan Komkep KWI untuk mengirimkannya ke tempat asal pengguna melalui jasa pos atau pengiriman barang yang pasti membutuhkan biaya dan waktu tertentu. Itupun masih menghadapi kemungkinan apa yang sesungguhnya dibutuhkan pengguna tidak sesuai dengan yang dipersepsikan, disediakan, dan dikirimkan oleh Komkep KWI kepadanya.

Tapi, jika Komkep KWI mengumpulkan dan mengolah database pendidikan politik pada sebuah website, maka OMK atau pendamping OMK dari berbagai tempat yang membutuhkan database itu tidak perlu datang ke Jakarta atau minta bantuan pengiriman, melainkan cukup mencari akses internet terdekat (melalui sambungan telepon rumah dengan layanan Telkomnet Instan atau warung internet/warnet), membuka website database tersebut, memilih dan menyimpan data yang dibutuhkan, lalu segera memanfaatkannya dengan biaya yang jauh lebih murah, waktu yang jauh lebih cepat, dan informasi yang dibutuhkan jauh lebih tepat.

Lebih dari itu, database berbasis website bisa menjadi arena pertukaran dan berbagi informasi/data tentang pendidikan politik antar Komkep Keuskupan-Keuskupan di mana para pendamping bersama OMK berproses pada tempat, waktu, dan konteks masing-masing. Dengan demikian, membangun database berbasis website berpotensi membangun keberdayaan dan mengurangi ketergantungan Komkep Keuskupan-Keuskupan pada Komkep KWI dalam hal penyediaan materi/bahan pendidikan politik maupun dalam bidang pendampingan lainnya.

Bagaimana Membangun Database Pendidikan Politik OMK Berbasis Website?

Berikut sejumlah langkah atau tahap yang bisa ditempuh Komkep Keuskupan-Keuskupan bekerja sama dengan Komkep KWI dalam membangun database pendidikan politik berbasis website.

Pertama, Komkep Keuskupan-Keuskupan yang tentunya telah memiliki beragam kekayaan pengalaman, informasi/data, dan refleksi perlu mengumpulkannya secara sistematis dan terus-menerus membaruinya (melakukan updating) sebagai kesatuan database, baik dalam konteks program pendidikan politik secara khusus maupun program pendampingan OMK lain. Komkep Keuskupan-Keuskupan yang sudah mengumpulkan, mengolah, dan memanfaatkan database tersebut dalam website, sebaiknya selalu melakukan pemeliharaan (maintenance) secara berkala (mengingat pemeliharan menjadi titik lemah banyak pemilik/pengelola website). Komkep Keuskupan-Keuskupan yang belum membangun website-nya sendiri perlu menjajaki kemungkinan untuk mengumpulkan, mengolah, dan memanfaatkan database tersebut dalam website (mengingat upaya itu semakin dipermudah oleh beragam fasilitas akhir-akhir ini).

Kedua, Komkep KWI akan berinisiatif membangun sebuah website untuk merintis “online database” dengan nama dan lokasi/alamat sbb.

JEJARING MUDA KATOLIK Komkep KWI
http://www.jejaringmudakatolik.web.id.

Informasi/data yang dikumpulkan dan dikelola oleh Komkep KWI maupun Komkep Keuskupan dalam konteks program pendidikan politik maupun program lain bisa dimasukkan ke dalam website tersebut, berkoordinasi dengan administratornya. Selanjutnya, seluruh bahan dalam database di website tersebut bisa dimanfaatkan secara online bersama-sama.

Ketiga, Komkep Keuskupan-Keuskupan yang sudah membangun database berbasis website-nya masing-masing bekerja sama dengan Komkep KWI mengembangkan sistem jaringan antar website secara nasional, dengan cara membuat kaitan-kaitan (links) satu sama lain. Bahkan jaringan antar website ini bisa dikembangkan secara internasional, bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendampingan OMK di lingkup internasional pula.

Bagaimana Menjaga Kelangsungan Database Pendidikan Politik OMK Berbasis Website?

Membuat database dan situs lebih mudah daripada menjaga kelangsungan dan merawatnya. Suatu situs perlu dimutakhirkan agar isinya semakin dekat dengan situasi dan kondisi yang ada. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, bentuk tim. Sangat sulit suatu situs hanya dikelola oleh satu orang. Idealnya ada bagian yang bertanggungjawab secara teknis dan pemrograman, yang akan melakukan perancangan tataletak dan grafis, dan tim redaksi yang mengumpulkan dan memunggah materi situs dan database.

Kedua, tentukan secara bersama fitur dan isi situs bersama tim. Mulai dari yang sederhana yang bisa dikerjakan bersama, kemudian berbagi tugas untuk mengerjakannya.

Ketiga, mutakhirkan secara rutin. Jika ingin situs dan database anda benar-benar menjadi sarana informasi dan komunikasi yang berguna, akan sangat baik jika situs tersebut dimutakhirkan secara rutin sehingga pengunjung akan terdorong melihat secara rutin pula.

Keempat, kembangkan agar situs anda interaktif dan memampukan partisipasi anggota. Situs komunitas yang ideal adalah memudahkan anggotanya untuk berbagi informasi. Fitur ini juga akan menjadikan pembelajaran nilai komunitas untuk mau berbagi. Semakin banyak anggota komunitas yang aktif mengirimkan informasi maka akan semakin hidup komunitas tersebut dan tugas sebagai pengelola situs bertambah ringan. Interaksi dari anggota berarti juga membuka adanya umpanbalik untuk perbaikan situs, ini yang membuat situs bisa berkembang semakin baik.

Bagaimana langkah-langkah membuat Website?

Kami akan menjabarkan di sini langkah-langkah pokok dan sederhana untuk membuat suatu situs yang paling mudah dan berbiaya minimum. Sebelumnya ada dua pilihan alternatif untuk membuat situs bergantung dari tujuannya.

1. Situs yang digunakan untuk menayangkan informasi dengan melibatkan satu hingga beberapa orang dan berbiaya paling murah.
Dengan pilihan ini bisa menggunakan situs blog semacam:
www.wordpress.com
www.blogger.com
www.dagdigdug.com

Dengan membuat situs ini, anda tidak memerlukan biaya alias gratis. Cukup membuka situs tersebut dan ikuti prosedur selanjutnya seperti tertera di masing-masing situs. Dengan membuat situs blog, anda bisa:
· Memuat informasi sesering anda mau, lebih baik rutin daripada banyak informasi yang ditayangkan dalam sehari tapi hanya sekali sebulan.
· Mengundang beberapa penulis untuk ikut mengisi informasi.
· Memperbolehkan pengunjung memberikan komentar dan umpanbalik untuk anda maupun setiap informasi yang ditayangkan.

2. Situs yang digunakan untuk menayangkan informasi lengkap dengan lebih banyak fitur, mempunyai nama domain sendiri (misal: jejaringmudakatolik.web.id), mempunyai aplikasi database untuk berbagai fitur tambahan, namun memerlukan tambahan biaya untuk pembuatannya dan kemampuan mengerti sedikit pemrograman berbasis web.
Pilihan beberapa program content management system yang bisa digunakan untuk membantu membuat situs lebih mudah dengan kemampuan fitur yang cukup lengkap adalah:
www.joomla.org
www.wordpress.org
www.drupal.org

Sebelumnya anda perlu menentukan nama domain, biayanya sekitar Rp. 80.000 – Rp 100.000 untuk setahun.
Setelah itu menentukan tempat hosting, yaitu perusahaan yang akan menayangkan situs dengan nama domain yang telah anda pilih. Biayanya tergantung dengan pilihan besar kapasitas penyimpanan, mulai dari Rp. 20.000/bulan.

Untuk panduan lebih lengkap silakan kunjungi situs di atas. Untuk konsultasi, silakan hubungi info@jejaringmudakatolik.web.id This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it


Tentang Website Jejaring Muda Katolik Komkep KWI

Seperti yang bisa dilihat setelah mengunjunginya, website Jejaring Muda Katolik Komkep KWI masih sangat sederhana. Namun secara bertahap website tersebut pasti akan dikembangkan oleh Komkep KWI dengan dukungan Komkep Keuskupan-Keuskupan.
Menurut rencana, website tersebut akan dikembangkan sehingga memiliki struktur sbb.

Menu Utama
Homepage
§ Kalimat pembuka dan penjelasan awal

Tentang Komkep KWI
§ Profil Komkep KWI

Program Komkep KWI
§ Program-program yang pernah diselenggarakan
§ Program-program aktual (sesuai tahun berjalan)

Blog
§ Berisi agenda, informasi, dan liputan kegiatan yang diselenggarakan oleh Komkep KWI

Kumpulan Materi
§ Tampilan berbagai materi, artikel, dan berbagai alat bantu yang bisa diunduh (di-download).

Jejaring
§ Kumpulan kaitan website tentang OMK dan Gereja Katolik

Kontak kami
§ Cara menghubungi Komkep KWI (alamat lokasi/surat, alamat e-mail, nomor telp./fax., peta menuju lokasi, contact person, dsb.)

Database Pengguna
§ Username, digunakan untuk masuk (login) ke dalam website sekaligus memanfaatkan fasilitas dan isinya secara maksimal sebagai anggota
§ Data kontak Komkep Keuskupan-Keuskupan (alamat lokasi/surat, alamat e-mail, nomor telp./fax., contact person, dsb.)

Demikianlah, membangun database pendidikan politik OMK berbasis website perlu segera kita rintis bersama demi mendukung proses pendidikan politik OMK di Indonesia.



Sumber Acuan

“Basis Data”. Wikipedia Indonesia, 02:39, 29 Mei 2008. Lokasi dokumen: http://id.wikipedia.org/wiki/Database.

“Internet”. Wikipedia Indonesia - 14:49, 27 Agustus 2008. Lokasi dokumen: http://id.wikipedia.org/wiki/Internet.

“Sejarah Internet”. Wikipedia Indonesia - 05:36, 24 Agustus 2008. Lokasi dokumen: http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet.

“Website”. Wikipedia Indonesia - 00:33, 25 April 2008. Lokasi dokumen: http://id.wikipedia.org/wiki/Website.

DBMS (DataBase Management System)

adalah sistem yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis data. Sistem ini dibuat untuk mengatasi kelemahan sistem pemrosesan yang berbasis berkas.Pada pendekatan yang berbasis berkas, umumnya perancangan sistem didasarkan pada kebutuhan individual pemakai, bukan berdasarkan kebutuhan sejumlah pemakai. Setiap kali terdapat kebutuhan baru dari seorang pemakai, kebutuhan segera diterjemahkan kedalam program komputer. Akibatnya, kemungkinan besar setiap program aplikasi menuliskan data tersendiri. Sementara itu ada kemungkinan data yang sama juga terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program aplikasi lain.

DBMS umumnya mengandung komponen-komponen berikut:1. Kamus Data

Kamus data (data dictionary) digunakan untuk menyimpan deskripsi data yang digunakan dalam basis data. Setiap elemen data antara lain memiliki tipe dan ukuran. Kamus data terkadang juga berisi ketentuan yang mengatur nilai yang bisa dimasukkan dalam field. Sebagai contoh, jika definisi sebuah field menyatakan bahwa hanya huruf P dan W yang dimasukkan ke dalam field bernama Jenis_Kelamin, maka sistem akan menolak sekiranya pemakai memasukkan data L ke field tersebut.

2. Utilitas

Utilitas digunakan untuk memudahkan pemakai dalam menciptakan basis data dan tabel serta dalam memanipulasi data.

3. Pembangkit Laporan

Pembangkit Laporan adalah fasilitas yang disediakan kepada pemakai untuk membuat laporan dengan mudah.

4. Pembangkit Aplikasi

Pembangkit Aplikasi adalah fasilitas yang digunakan untuk membuat tampilan yang digunakan oleh pemakai yang akan menggunakan aplikasi basis data (tampilan seperti ini dikenal dengan istilah formulir), misalnya untuk mengisikan data.

5. Keamanan Akses

Fasilitas keamanan akses digunakan untuk mengatur hak akses pemakai. Keamanan akses dapat berupa pengaturan wewenang akses terhadap pemakai tertentu. Misalnya, pemakai dapat mengubah isi tabel Mahasiswa, tetapi pemakai B tidak. DBMS seperti pemakai B tidak.

6. Pemulihan Sistem

Fasilitas pemulihan sistem berfungsi untuk mengembalikan data semula ke basis data sekiranya terjadi kegagalan sistem. Beberapa teknik yang umum digunakan untuk menangani pemulihan sistem yaitu mirroring, reprocessing, dan rollback.


DBMS memiliki keuntungan seperti berikut:

1. Independensi data

DBMS menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak membuat program harus diubah.

2. Pengaksesan yang efisien terhadap data

DBMS menyediakan berbagai teknik yang canggih sehingga penyimpanan dan pengambilan data dilakukan secara efisien.

3. Keamanan dan integritas data

Karena data dikendalikan oleh DBMS, DBMS dapat melakukan kendala integritas terhadap data. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi suatu field dan kekangan yang melekat pada field akan ditolak. Sebagai contoh, jika field Jenis_Kelamin dinyatakan berupa P atau W, maka penyimpanan L ke field tersebut dengan sendirinya akan ditolak oleh DBMS.

4. Administrasi data

Jika sejumlah pemakai berbagi data, pemusatan administrasi dapat meningkatkan perbaikan yang sangat berarti. Dengan cara seperti ini, duplikasi atau redudansi data dapat diminimalkan.

5. Akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan

DBMS menyediakan mekanisme sehingga data yang sama dapat diakses oleh sejumlah orang dalam waktu yang sama. Selain itu, DBMS melindungi pemakai dari efek kegagalan sistem. Jika terjadi kegagalan sistem, DBMS dapat mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan.

6. Waktu pengembangan aplikasi terpendek

DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyusun aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek.


DBMS masa kini mendukung berbagai jenis data, dari teks, suara, hingga gambar. Contoh berbagai nama tipe data pada berbagai DBMS adalah sebagai berikut:

Contoh berbagai jenis data

Tipe Data Keterangan
Character (Visual dBASE)

Char (SQL)

Text (Access)

Alpha (Paradox)

Menyatakan tipe data untuk menyimpan deretan karakter seperti nama orang atau nama mobil
Memo (Access dan Visual dBASE)

Text (PostgresSQL)

Untuk menyimpan deretan karakter dengan ukuran yang besar (melebihi 256 karakter)
Number (Access)

Numeric (Visual dBASE)

Untuk menyimpan data bilangan
Date/Time (Access) Untuk menyimpan data jam dan tanggal
Date (Visual dBASE)

Date (PostgresSQL)

Untuk menyimpan tanggal
Time (PostgresSQL) Untuk menyimpan data jam
Currency (Access)

Money (Paradox)

Untuk menyimpan data uang
Yes/No (Access)

Logical (Visual dBASE)

Bool (PostgresSQL)

Untuk menyimpan data logika (benar atau salah)
OLE (Visual dBASE)

OLE Object (Access)

Untuk menyimpan OLE. Dapat berupa objek seperti gambar atau bahkan suara
Binary (Visual dBASE) Untuk menyimpan data gambar atau suara
Graphics (Paradox) Untuk menyimpan data gambar
Hyperlink (Access) Untuk menyimpan data hyperlink

Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :

1. Basis data individual

Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.

2. Basis data perusahaan

Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.

3. Basis data terdistribusi

Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.

4. Basis data publik

Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.


Telah diketahui bahwa secara fisik data dalam bentuk kumpulan bit dan direkam dengan basis track didalam media penyimpan eksternal. Dalam prakteknya, untuk kemudahan dalam mengakses data, data disusun dalam suatu struktur logis yang menjelaskan bahwa:

  • 1. Kumpulan tabel menyusun basis data,
  • 2. Tabel tersusun atas sejumlah record,
  • 3. Sebuah record mengandung sejumlah field, dan
  • 4. Sebuah field disimpan dalam bentuk kumpulan bit.

Pengertian masing-masing istilah diatas adalah seperti berikut:

a. Field (medan) menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk field yaitu elemen data, kolom item, dan atribut. Contoh field yaitu nama seseorang, jumlah barang yang dibeli, dan tanggal lahir seseorang.

b. Record (rekaman) menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh, nama, alamat, tanggal lahir, dan jenis kelamin dari seseorang menyusun sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupel dan baris.

c. Tabel menghimpun sejumlah record. Sebagai contoh, data pribadi dari semua pegawai disimpan dalam sebuah tabel.

d. Basis data (database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Sebagai contoh, basis data akademis mengandung tabel-tabel yang berhubungan dengan data mahasiswa, data jurusan, data mata kuliah, data pengambilan mata kuliah pada suatu semester, dan nilai yang diperoleh mahasiswa.

sumber:Rahmat Blog


Arsitektur 2-tier dan 3-tier

sumber by Wahyu Supriyadi

2TierArch

Pada awalnya client / server merupakan sebuah sistem yang saling berhubungan dalam sebuah jaringan yang memiliki dua komponen utama yaitu client dan server. Istilah ini kemudian dikenal juga dengan “2-tier”. Kemudian istilah tier itu sendiri digunakan untuk menjelaskan pembagian sebuah aplikasi yang melalui client dan server. Saat ini, pembagian proses kerja telah menjadi bagian utama dari konsep client / server sehingga proses pembagian kerja telah diatur lebih spesifik.

2-tier membagi proses load ke dalam 2 bagian. Aplikasi utama berjalan pada sisi client yang biasanya mengirimkan request dalam bentuk sintax SQL ke sebuah database server yang fungsinya menyimpan data.

Perkembangan internet dan jaringan yang pesat saat ini tidak memungkinkan lagi diselesaikan dengan metode 2-tier client / server. Aplikasi client / server berskala luas telah dikembangkan dan kini muncul E-Commerce yang berbasis internet. Hal tersebut tentunya membuat aplikasi-aplikasi semakin kompleks. Aplikasi-aplikasi tersebut dibagi menjadi beberapa komponen dan didistribusikan melalui multiprocesor. Banyak perusahaan besar yang sudah menggunakan client / server mulai merasakan 2-tier tidak relevan lagi untuk diimplementasikan kembali. Itu disebabkan karena perusahaan dituntut harus dapat mendukung internet dan semua komponennya. Aplikasi tersebut harus dapat melayani ribuan komputer client dimana aplikasi ini sering berjalan pada banyak server dan terdiri dari ratusan komponen-komponen software di dalamnya. Kemudian lahirlah istilah 3-tier.

3-tier membagi proses loading antara :

  1. Komputer client menjalankan GUI logic

  2. Aplikasi server menjalankan business logic

  3. Database atau legacy aplication

3-tier menjelaskan pembagian secara fisik dari sebuah aplikasi yang melalui terminal (tier ke-1), minicomputer (tier ke-2), dan mainframe (tier ke-3).

Dengan pembagian kerja seperti itu maka 3-tier client / server lebih populer dibandingkan dengan 2-tier client / server. Kriteria yang cocok untuk menggunakan model arsitektur 3-tier client / server diantaranya :

  • Banyaknya layanan atau class aplikasi lebih dari 50

  • Program aplikasi dibuat dalam beberapa bahasa pemrograman yang berbeda untuk masing-masing organisasi

  • Dua atau lebih data source yang heterogen seperti dua DBMS yang berbeda

  • Suatu aplikasi akan digunakan lebih dari 3 tahun. Apalagi jika kita akan merencanakan banyak modifikasi atau penambahan

  • Beban kerja yang sangat tinggi misalnya lebih dari 50000 transaksi perhari

  • Ekspektasi bahwa aplikasi akan terus berkembang sepanjang waktu


SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya.

Sejarah

Sejarah SQL dimulai dari artikel seorang peneliti dari IBM bernama EF Codd yang membahas tentang ide pembuatan basis data relasional pada bulan Juni 1970. Artikel ini juga membahas kemungkinan pembuatan bahasa standar untuk mengakses data dalam basis data tersebut. Bahasa tersebut kemudian diberi nama SEQUEL (Structured English Query Language).

Setelah terbitnya artikel tersebut, IBM mengadakan proyek pembuatan basis data relasional berbasis bahasa SEQUEL. Akan tetapi, karena permasalahan hukum mengenai penamaan SEQUEL, IBM pun mengubahnya menjadi SQL. Implementasi basis data relasional dikenal dengan System/R.

Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama Oracle yang membuat server basis data populer yang bernama sama dengan nama perusahaannya. Dengan naiknya kepopuleran Oracle, maka SQL juga ikut populer sehingga saat ini menjadi standar de facto bahasa dalam manajemen basis data.

Standarisasi

Standarisasi SQL dimulai pada tahun 1986, ditandai dengan dikeluarkannya standar SQL oleh ANSI. Standar ini sering disebut dengan SQL86.Standar tersebut kemudian diperbaiki pada tahun 1989 kemudian diperbaiki lagi pada tahun 1992. Versi terakhir dikenal dengan SQL92. Pada tahun 1999 dikeluarkan standar baru yaitu SQL99 atau disebut juga SQL99, akan tetapi kebanyakan implementasi mereferensi pada SQL92.

Saat ini sebenarnya tidak ada server basis data yang 100% mendukung SQL92. Hal ini disebabkan masing-masing server memiliki dialek masing-masing.

Pemakaian dasar

Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap sistem manajemen basis data (SMBD)[1], namun secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan ANSI. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD.

Data Definition Language

DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya tabel, view, user, dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunakan adalah CREATE untuk membuat objek baru, USE untuk menggunakan objek, ALTER untuk mengubah objek yang sudah ada, dan DROP untuk menghapus objek. DDL biasanya digunakan oleh administrator basis data dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data.

CREATE

CREATE digunakan untuk membuat basis data maupun objek-objek basis data. SQL yang umum digunakan adalah:

CREATE DATABASE nama_basis_data

CREATE DATABASE membuat sebuah basis data baru.

CREATE TABLE nama_tabel

CREATE TABLE membuat tabel baru pada basis data yang sedang aktif. Secara umum, perintah ini memiliki bentuk

CREATE TABLE [nama_tabel]

(
nama_field1 tipe_data [constraints][,
nama_field2 tipe_data,
...]
)

atau

CREATE TABLE [nama_tabel]

(
nama_field1 tipe_data [,
nama_field2 tipe_data,
...]
[CONSTRAINT nama_field constraints]
)

dengan:

nama_field adalah nama kolom (field) yang akan dibuat. Beberapa sistem manajemen basis data mengizinkan penggunaan spasi dan karakter nonhuruf pada nama kolom.

tipe_data tergantung implementasi sistem manajemen basis data. Misalnya, pada MySQL, tipe data dapat berupa VARCHAR, TEXT, BLOB, ENUM, dan sebagainya.

constraints adalah batasan-batasan yang diberikan untuk tiap kolom. Ini juga tergantung implementasi sistem manajemen basis data, misalnya NOT NULL, UNIQUE, dan sebagainya. Ini dapat digunakan untuk mendefinisikan kunci primer (primary key) dan kunci asing (foreign key).

Satu tabel boleh tidak memiliki kunci primer sama sekali, namun sangat disarankan mendefinisikan paling tidak satu kolom sebagai kunci primer.

Contoh:

CREATE TABLE user

(
username VARCHAR(30) CONSTRAINT PRIMARY KEY,
passwd VARCHAR(20) NOT NULL,
tanggal_lahir DATETIME
);

akan membuat tabel user seperti berikut:

username passwd tanggal_lahir

Data Manipulation Language

DML digunakan untuk memanipulasi data yang ada dalam suatu tabel. Perintah yang umum dilakukan adalah:

  • SELECT untuk menampilkan data
  • INSERT untuk menambahkan data baru
  • UPDATE untuk mengubah data yang sudah ada
  • DELETE untuk menghapus data

SELECT

SELECT adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL, sehingga terkadang istilah query dirujukkan pada perintah SELECT. SELECT digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya dalam sebuah basis data yang sama. Secara umum, perintah SELECT memiliki bentuk lengkap: ( QUERY BUDIN ) Cilegon.

SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...]

FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON kondisi_penghubung]
[, nama_tabel3 [AS alias3], ...]
[WHERE kondisi]
[ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]]
[GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]]
[HAVING kondisi_aggregat]

dengan:

  • kondisi adalah syarat yang harus dipenuhi suatu data agar ditampilkan.
  • kondisi_aggregat adalah syarat khusus untuk fungsi aggregat.

Kondisi dapat dihubungkan dengan operator logika, misalnya AND, OR, dan sebagainya.

Contoh:

Diasumsikan terdapat tabel user yang berisi data sebagai berikut.

username passwd tanggal_lahir jml_transaksi total_transaksi
Aris 6487AD5EF 09-09-1987 6 10.000
Budi 97AD4erD 01-01-1994 0 0
Charlie 548794654 06-12-1965 24 312.150
Daniel FLKH947HF 24-04-1980 3 0
Erik 94RER54 17-08-1945 34 50.000

Contoh 1: Tampilkan seluruh data.

SELECT *

FROM user

Contoh 2: Tampilkan pengguna yang tidak pernah bertransaksi.

SELECT *

FROM user
WHERE total_transaksi = 0

Contoh 3: Tampilkan username pengguna yang bertransaksi kurang dari 10 dan nilainya lebih dari 1.000.

SELECT username

FROM user
WHERE jml_transakai <> 1000

Contoh 4: Tampilkan total nominal transaksi yang sudah terjadi.

SELECT SUM(total_transaksi) AS total_nominal_transaksi

FROM user

Contoh 5: Tampilkan seluruh data diurutkan berdasarkan jumlah transaksi terbesar ke terkecil.

SELECT *

FROM user
ORDER BY jml_transaksi DESC
Fungsi aggregat

Beberapa SMBD memiliki fungsi aggregat, yaitu fungsi-fungsi khusus yang melibatkan sekelompok data (aggregat). Secara umum fungsi aggregat adalah:

  • SUM untuk menghitung total nominal data
  • COUNT untuk menghitung jumlah kemunculan data
  • AVG untuk menghitung rata-rata sekelompok data
  • MAX dan MIN untuk mendapatkan nilai maksimum/minimum dari sekelompok data.

Fungsi aggregat digunakan pada bagian SELECT. Syarat untuk fungsi aggregat diletakkan pada bagian HAVING, bukan WHERE.

Subquery

Ada kalanya query dapat menjadi kompleks, terutama jika melibatkan lebih dari satu tabel dan/atau fungsi aggregat. Beberapa SMBD mengizinkan penggunaan subquery. Contoh:

Tampilkan username pengguna yang memiliki jumlah transaksi terbesar.

SELECT username

FROM user
WHERE jml_transaksi =
(
SELECT MAX(jml_transaksi)
FROM user
)

[sunting] INSERT

Untuk menyimpan data dalam tabel dipergunakan sintaks:

INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES ([DAFTAR_NILAI])

Contoh:

INSERT INTO TEST (NAMA, ALAMAT, PASSWORD) VALUES ('test', 'alamat', 'pass');

[sunting] UPDATE

Untuk mengubah data menggunakan sintaks:

UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE [KONDISI]

Contoh:

UPDATE Msuser set password="123456" where username="abc"

[sunting] DELETE

Untuk menghapus data dipergunakan sintaks:

DELETE FROM [NAMA_TABLE] [KONDISI]

Contoh:

DELETE FROM TEST WHERE NAMA='test';

sumber :

  1. ^ Troels Arvin, 2007-05-26, http://troels.arvin.dk/db/rdbms/ Comparison of different SQL implementations


0 Response to "pengembangan Teknologi 6"

Poskan Komentar